A.Pengertian metabolisme
◦Metabolisme (bahasa Yunani metabole=berubah) secara harfiah berarti “perubahan”
●Metabolisme: reaksi enzimatis di dalam sel hidup
yang diatur dengan sangat cermat dan merupakan aktivitas sel
yang mutlak diperlukan serta melibatkan banyak sistem multienzim
●Fungsi metabolisme
●Mendapatkan tenaga kimia dari pemecahan nutrien dari sekitarnya / dari sinar matahari yang diserap
●Mengubah molekul nutrien menjadi senyawa dasar / prekursor untuk pembentukan makromolekul
●Menyusun senyawa dasar menjadi protein, asam nukleat, lipid, dan polisakarida.
Metabolisme
●Katabolisme:
Tahap pemecahan nutrien organik (karbohidrat, lipid dan protein) yang datang baik dari lingkungan maupun timbunan nutrien sel itu sendiri dipecah menjadi senyawa yang lebih kecil à untuk mendapatkan tenaga berupa ATP
●
●Anabolisme:
Tahap pembentukan/biosintesis, yaitu biosintesis komponen sel seperti asam nukleat, protein, polisakarida dan lipid dari prekursornya. Proses ini membutuhkan tenaga berupa ATP.
Reaksi-reaksi di dalam tubuh berlangsung secara optimal pada suhu 270C (suhu ruang), misalnya hewan poikiloterm (hewan berdarah dingin) dan hewan homoioterm (hewan berdarah panas)
Agar reaksi-reaksi berjalan lebih cepat diperlukan katalisator.
Katalisator adalah zat yang mempercepat reaksi tetapi zat itu tidak ikut bereaksi, contoh: enzim dan ribozim.
B. Enzim
◦Enzim merupakan pengatur suatu reaksi
◦Bahan tempat enzim bekerja disebut substrat.
1.Struktur Enzim
◦Enzim lengkap (holoenzim) tersusun atas 2 bagian, yaitu:
a.Bagian protein (apoenzim):
-tersusun atas asam-asam amino,
-Bersifat labil, misalnya karena suhu dan keasaman.
b.Gugus prostetik (gugusan yang aktif):
Berasal dari molekul anorganik (kofaktor), misalnya Fe, Cu dan Zn,
-Berasal dari senyawa organik kompleks (koenzim), misalnya NADH, FADH dan tiamin.
2. Ciri-ciri enzim
a.Biokatalisator
b.Protein
c.Bekerja secara khusus
d.Dapat digunakan berulang kali
e.Rusak oleh panas
f.Tidak ikut bereaksi
g.Bekerja dapat balik
h.Kerjanya dipengaruhi faktor lingkungan, misalnya suhu, pH, inhibitor dan aktivator.
3. Penamaan Enzim
◦Enzim diberi nama sesuai dengan substratnya dan diberi akhiran –se, contohnya:
-Enzim selulase yang menguraikan selulosa,
-Enzim lipase yang menguraikan lipid atau lemak, dan
-Enzim protease yang menguraikan protein.
4. Cara Kerja Enzim
a.Teori gembok-anak kunci (lock and key)
-Sisi aktif enzim mempunyai bentuk tertentu yang hanya sesuai untuk satu jenis substrat saja.
b.Teori Induced Fit
- Sisi aktif enzim bersifat fleksibel dalam menyesuaikan strukutur sesuai dengan struktur substrat.
B. Enzim
◦Enzim merupakan pengatur suatu reaksi
◦Bahan tempat enzim bekerja disebut substrat.
1.Struktur Enzim
◦Enzim lengkap (holoenzim) tersusun atas 2 bagian, yaitu:
a.Bagian protein (apoenzim):
-tersusun atas asam-asam amino,
-Bersifat labil, misalnya karena suhu dan keasaman.
b.Gugus prostetik (gugusan yang aktif):
Berasal dari molekul anorganik (kofaktor), misalnya Fe, Cu dan Zn,
-Berasal dari senyawa organik kompleks (koenzim), misalnya NADH, FADH dan tiamin.
2. Ciri-ciri enzim
a.Biokatalisator
b.Protein
c.Bekerja secara khusus
d.Dapat digunakan berulang kali
e.Rusak oleh panas
f.Tidak ikut bereaksi
g.Bekerja dapat balik
h.Kerjanya dipengaruhi faktor lingkungan, misalnya suhu, pH, inhibitor dan aktivator.
3. Penamaan Enzim
◦Enzim diberi nama sesuai dengan substratnya dan diberi akhiran –se, contohnya:
-Enzim selulase yang menguraikan selulosa,
-Enzim lipase yang menguraikan lipid atau lemak, dan
-Enzim protease yang menguraikan protein.
4. Cara Kerja Enzim
a.Teori gembok-anak kunci (lock and key)
-Sisi aktif enzim mempunyai bentuk tertentu yang hanya sesuai untuk satu jenis substrat saja.
b.Teori Induced Fit
- Sisi aktif enzim bersifat fleksibel dalam menyesuaikan strukutur sesuai dengan struktur substrat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim
Suhu
pH
Aktivator dan
inhibitor
Konsentrasi enzim
Konsentrasi substrat